‘TP4D’ Tim Atau Perseorangan..? Warga Tamasaju Tanyakan Itu

Akbar, SH

GALESONG – Menguapnya soal proyek pembangunan tanggul penahan ombak (break water) di pantai desa Tamasaju, kecamatan Galesong Utara (Galut) atas keluhan Kades dan warganya mengundang tanya kehadiran Kasie Intel Kejaksaan, Akbar, SH di lokasi proyek. “Beliu ada atas nama Tim Pengawalan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D),” ujar warga di Tamasaju.

Tanya warga, TP4D itu dalam bentuk tim atau perseorangan. Soalnya, yang ngotot dan pasang badan dipersoalan keluhan warga terhadap perlakuan kontraktor yang melakukan pengerukan bibir pantai hanya satu orang yakni Akbar, SH. “Beliau anggap kalau apa yang dilakukan kontraktor sudah sesuai proses proyek,” katanya.

Dilain pihak, Sekertaris Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat, Nasrullah Sijaya berupaya mengumpulkan bahan untuk mengantar persoalan break water ke kejaksaan tinggi (Kejati).

Sekertaris BPD Desa Tamasaju di lokasi proyek

Sementara Ketua TP4D, Akbar, SH via group WhatsApp mengapresiasi temuan media dilapangan sebagai fungsi control social. Tapai kata Akbar, kalau bisa yang sesuai data dan bukti yang valid, jangan berdasar pada asumsi karena semua orang bisa berasumsi dari sudut pandangnya masing-masing.

Namun fakta lapangan membuktikan kalau persoalan ini muncul dan lahir dari keluhan Kepala Desa (Kades) Tamasaju bersama warganya. Artinya, pengerukan yang dilakukan kontraktor untuk kebutuhan material timbunan dikeluhkan warga setempat, bukan asumsi.   (cw)