Trans SP II Punaga Diduga Serobot Lahan Warga

Perwakilan Pengusaha (Johan), Bombong

TAKALAR – Polemik transaksi jual beli lahan transmigrasi SP II Punaga, desa Punaga, kecamatan Mangarabombang, kabupaten Takalar sudah ada titik terang kepemilikannya. Kepala Desa dan Kepala Dusun setempat dengan gamblangnya menyampaikan kalau lahan yang dijual ke pengusaha China, Johan adalah lahan bersertifikat dan masuk wilayah rincik.

Diakuai Kades maupun Kadus Punaga, pihak transmigrasi memang pernah membangun beberapa unit perumahan transmigrasi tapi bukan di atas lahan pemerintah. Secara keseluruhan lahan yang dibanguni hunian trans jelas Kadus Malelaya, merupakan hak milik warga yang beralas sertifikat. “Bukan lahan pemerintah yang dibanguni perumahan transmigrasi, tapi lahan warga,” tegas Kadus, Muntu Dg Situju di Pallantikan, kelurahan Pattallassang Kamis kemarin.

Pernyataan senada juga disampaikan Kades, H. Abd. Haris Lili yang menegaskan, mulai dari ujung barat (sepanjang jalan) hingga ujung timur lahan yang di beli Johan adalah hak milik rakyat. Bahkan katanya, bangunan sekolah transmigrasi yang berada di ujung timur tembok masih lahan warga.

Didampingi perwakilan dari pengusaha (Johan) yang membeli lahan tersebut ‘Bombong’  Kades bersama Kadusnya mengaku sangat senang jika persoalan dituntaskan agar tidak ada lagi polemik di masa datang.   (R)