Wakil Rakyat di DPRD Takalar Dinilai Tidak Pro Rakyat

TAKALAR – Ketua RESIMEN 22 sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Takalar menilai, DPRD setengah hati memperjuangkan rakyat kecil. 

Hal tersebut terlihat dari ketidak-sungguhan anggota DPRD memperjuangkan rakyat kecil dipembahasan APBD Takalar Tahun 2018, salah satunya dalam merealisasikan P22 1 Ekor Sapi Setiap KK.

“Kami heran dengan anggota dewan yang terhormat yang gajinya besar tapi masih saja tidak pro rakyat. Apa susahnya menerima program pengadaan sapi 3000 ekor, padahal APBD Takalar nilainya antara Rp. 1.1 hingga Rp. 1.2 T. Angka 3000 ekor x 8 juta: 24 M, 24 M dibagi 1200 M= 0.02 atau 2 % saja, apa yg membuat mereka tidak respon,” ungkap Abdullah Hasan.

Kata dia, Pilkada sudah selesai dan hendaknya legislatif memberi keteladanan kalau waktunya memperjuangkan kepentingan rakyat dan semua P22 menyentuh rakyat, bukan lagi pendukung Bur dan pendukung SK.

Dijelaskan Ketua Pemuda Muhammadiyah ini, kalau mereka hanya ingin 100 ekor saja, artinya cuma 100x8jt =800 jt saja.
Tidak layak wakil rakyat menghalangi program untuk kesejahteraan rakyat.

“Kami akan mengawal Program ini sampai Rakyat mendapatkan Haknya. Kalau perlu, kami akan menyuarakan penolakam terhadap Anggota DPRD untuk tidak dipilih lagi pada Pemilu legislatif 2019 yang akan datang,” pungkasnya.   (malo/cw)