Lansia Miskin yang Terabaikan, Lurah Beranji…

MAJENE – Wanita tua Saripa (60), warga lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae sudah 20 tahun tinggal di sebuah gubuk tak layak huni. Sejak itu hingga sekarang, belum pernah sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah baik berupa beras miskin (raskin) maupun bantuan lainnya termasuk kesehatan.

“Ada seorang Polisi pernah dating dan memberikan bantuan beras, gula dan indomie. Setelah itu tidak ada lagi,” ungkap Saripa didampingi Lurah Totoli, Najib Muchdar.

Menurutnya, untuk makan sehari harinya selama ini dia hanya mengharapkan belas kasihan dari para tetangganya. Seorang yang sering  memperhatikan Saripa adalah Rahmatiah yang rumahnya berdekatan dengan gubuk Saripa.

Di lingkungan tersebut, Saripa menempati rumah gubuk 3×4 cm diatas tanah milik orang lain dan sewaktu-waktu terancam penggusuran. Tempat tidurnya hanya beralaskan tikar tanpa kasur.

Tahun 2017, Saripa dilaporkan salah satu penerima bantuan BSPS atau perbaikan rumah tidak layak huni, namun ironis namanya teracam dicoret dalam daftar, karena alasan tidak memiliki lokasi sendiri alias numpang. Sejak suami dan anaknya meninggal, dia tinggal sendirian.

Lurah Totoli Najib Muchdar mengatakan, dia sudah berupaya agar Saripa tahun ini bisa mendapat bantuan bedah rumah. Selain itu dia berupaya agar yang bersangkutan masuk daftar penerima bantuan raskin serta dalam dafatar BPJS. (ar/R)