DaerahPendidikanTAKALAR

Di Tengah Covid-19, Siswa Dibebani biaya Beli Buku…?

TAKALAR – Ganasnya serangan pandemi virus corona (Covi-19) tahun ini menjadikan ekonomi anjlok yang dampaknya sangat terasa di tengah kehidupan masyarakat. Daya beli menurun dan sangat mempengaruhi sumber keuangan nyaris di semua sektor termasuk pendidikan.

Namun di kondisi kesembrautan ekonomi, berhembus kabar adanya transaksi jual beli buku pelajaran sekolah dengan angka beli (rupiah) yang cukup fantastis di tengah pandemi C-19.

Informasi menyebutkan, di tahun anggaran 2019 lalu nilai jual buku hanya berada di kisaran angka Rp 90.000/persiswa, sementara di tahun anggaran 2020 nilai anggaran mengalami kenaikan Rp.4.000 atau Rp 94.000/persiswa.

Meskipun belum ada kejelasan dari pihak pengelolanya, kabar transaksi jual beli buku tersebut diduga kuat adanya. Bagaimana tidak, informasi dikalangan pendidik menyebutkan, tidak diperbolehkannya buku diperjual-belikan karna isi bukunya dengan tahun lalu sama tahun ini.   (rd)