DaerahPeristiwaTAKALAR

PDAM di Demo Soal Pecat Karyawan Hingga Rekruitmen ‘Nepotisme’

Aksi pemecatan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bermuara di rekruitmen karyawan tidak lagi jadi konsumsi media, tapi merambah ke mahasiswa. Kondisi tersebut diperkuat dengan turunnya mahasiswa melakukan demonstrasi di PDAM, kantor Bupati dan Gedung DPRD.

TAKALAR – Hari ini, Selasa (25/8), mahasiswa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Takalar (AMT) melakukan unjuk rasa (Unras). Mereka turun jalan karena merasa terpanggil dengan sikap kesewenangan yang dilakukan Direktur PDAM. “Kami hadir karena keprihatinan terhadap penzoliman yang dilakukan PDAM terhadap karyawannya,” teriaknya.

Selain itu, pengunras juga mendesak Aparat enegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran pabrik air minum dalam kemasan (AMDK), mendesak DPRD dan tindak-lanjut kasus MBR.

Mahasiswa ini memaparkan 7 tuntutannya, mendesak Bupati untuk mengevaluasi kinerja manajemen PDAM, meminta tanggung jawab Direktur, membatalkan SK penerimaan karyawan 14 orang yang sarat ‘Nepotisme.’ (cw)