‘Mutasi’ Ini Kerja Paling Nyata Disepanjang Pemerintahan SKHD
TAKALAR – Tersurat dan selalu digaungkan, mutasi merupakan hal lumrah di struktur pemerintahan sebagai bentuk penyegaran agar aparat sipil negara (ASN) bisa bekerja maksimal. Namun mutasi di Takalar sejak kepemimpinan Bupati H. Syamsari Kitta sudah keluar dari marwah mutasi itu sendiri dengan menjadikannya sebagai ajang mainan.
Konsekwensi dari gelar mutasi yang tak kenal waktu akhirnya menuai hasil tidak maksimal dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. ‘Tidak ada ASN yang konsen bekerja di posisi atau jabatan barunya karena diselimuti keraguan yang sewaktu-waktu dihempaskan’.
Pantauan trialief, disepanjang perjalanan pemerintahan SKHD, kegiatan paling menonjol dan menjadi trending topik adalah ‘Mutasi’ yang sudah tidak terhitung kalinya dilakukan. Kegiatan yang sepertinya menjadi aktivitas rutin pemerintahan ini tak pandang waktu maupun kondisi terutama dalam lingkup pendidikan.
Benarkah kegiatan ini ada unsur dendam politik atau bisnis…? Wallahu alam Bissawaf, hanya yang berkompeten bisa memberikan pencerahan dengan konsep ‘janji’ kesra ASN yang ditaburkan tiga tahun lalu.
Alhasil, tahun ini proses interpelasi DPRD perlahan dan tengah membuka tirai pemerintahan meskipun Bupati maupun OPD-nya mengabaikan panggilannya. (rd)
