Desa Kalukuang Bakal Jadi Wisata Kuliner dan Mancing
GALESONG – Polemik aktivitas tambang di Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong akhirnya terjawab. Alat berat (eskavator) yang beraktivitas di lokasi yang dikabarkan tambang galian C, ternyata bagian dari proses pekerjaan perbaikan kolam.
Menurut sumber, lokasi yang dikategorikan tambang merupakan bagian dari sebuah rencana untuk menjadikan denasti wisata kuliner sekaligus wisata mancing.

Kalau pekerjaannya berjalan sesuai rencana, maka di Desa Kalukuang terbuka lapangan kerja dan bakal ramai dikunjungi. “Moga rencana baik ini berjalan baik,” harapnya.
Dilain pihak, Kadus Tamasongo, Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara (Galut), Dg Nambung mengatakan, dirinya tidak mencampuri tambang tersebut karena bukan wilayahnya. Yang jadi soal kata dia, akses jalannya masuk wilayah kerjanya dan tidak disetujui warga.
Statemen sama juga disampaikan Dg Gassing dengan tegas mengutarakan ketidak-setujuannya ada aktivitas tambang.
Menurutnya, sesuai perjanjian lisan pihak penambang mengatakan kegiatan tersebut bukan tambang golongan C akan tetapi akan menjadikan wisata kuliner plus wisata mancing. Namun faktanya, mobil dam truck keluar masuk di samping rumahnya dengan muatan pasir.
Ditmbahkan, sawah orang tuanya di sekitar lokasi tambang sudah terkena dampak sedikit demi sedikit, pematang sawah sudah mulai terkikis. ” Saya bersama warga lainnya tidak setuju ada kegiatan tambang,” pungkasnya. (mo/C)
