DaerahNasionalPeristiwa

Laskar MP Turatea Jenepento Tolak HRS ‘Bubarkan FPI’

JE’NEPONTO – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Laskar Merah Putih Turatea Jeneponto melakukan aksi unjuk rasa menolak Habib Rizieq Shihab (HRS) dan meminta pihak pemerintah untuk membubarkan Ormas Front Pembela Islam (FPI), yang berlangsung di Taman Turatea Jeneponto, Kab. Jeneponto Sulawesi Selatan, Selasa (29/12/2020).

Unras LMPT menyatakan sikap keprihatinannya dengan kondisi negara saat ini, selain penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat juga kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia menambah kegaduhan.

Penyambutan HRS dan pengikutnya yang dilanjutkan dengan kegiatan maulid nabi dengan pernikahan putrinya telah menimbulkan massa dan berpotensi menjadi Klaster baru Covid-19. Demikian pula unjuk rasa yang dilakukan oleh para simpatisannya, sebagai seorang yang mengaku Tokoh, seharusnya HRS mencegah Kerumunan itu terjadi yang pada akhirnya merugikan masyarakat ke banyakan.

Jenderal lapangan unras, Feri menerangkan, kami tidak anti Habaib, kami tidak anti Ormas Islam, namun kami lebih memilih mencintai Habib dan ormas Islam yang merangkul bukan memukul, yang membina bukan menghina, yang mengasihi bukan mencacimaki Karena Islam adalah rahmatan Lil Alamin.

“Kami menolak kedatangan Rizieq Shihab dan pendukungnya khususnya di kabupaten Jeneponto dan umumnya diseluruh wilayah Sulawesi Selatan, karena hanya akan menimbulkan kerumunan, menimbulkan permusuhan, memecah bela antara sesama umat, serta banyak mudharatnya dibanding  manfaat dari kedatangannya.

Kami juga menolak kedatangan terorisme dan paham Radikalisme yang mengatasnamakan agama yang dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengganggu keutuhan dan persatuan dan kesatuan NKRI, menolak tindakan radikalisme yang dilakukan oleh Ormas, kelompok masyarakat maupun perorangan mengatasnamakan agama seperti yang dilakukan FPI dan kelompok pendukung ISIS Lainnya, mendukung sepenuhnya Pemerintah TNI institusi POLRI dalam menegakkan hukum dan menjaga keutuhan NKRI serta memberantas Radikalisme yang mengatasnamakan agama,” teriaknya.

Para pengunras meminta kepada polres kab.  Jeneponto untuk tidak mengeluarkan izin bagi kegiatan Rizieq  Shihab dan FPI dan mendukung pemerintah untuk menindak tegas Pihak-pihak yang melanggar Protokol Kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Mari Wujudkan Sulawesi Selatan kabupaten Jeneponto yang damai, Kondusif, sejuk dan damai tanpa adanya provokasi dan Perpecahan,” ajak pengunras. (rd)