BudayaDaerahTAKALAR

Ini Suasana di Alun Alun Lapangan Makkatang Pasca Penyerangan

TAKALAR – Penyerangan yang berujung pengeroyokan terhadap tiga aktivis Himpunan Pelajar Muhammdiyah (HMI) yang dilakukan sekelompok remaja di tempat nyantai di Alun Alun lapangan Makkatang Daeng Sibali, Kabupaten Takalar cukup berdampak. Pasalnya, suasana lokasi yang sebelumnya ramai spontan menurun volume ramainya pasca insiden pengeroyokan.

Kondisi tersebut tentu saja berdampak social dan sangat terasa dikalangan pedagang kecil yang kesehariannya mengumpul uang recehan di Alun Alun. “Kami sangat sesalkan aksi serangan brutal yang dilakukan kelompok remaja, karena selain melukai orang lain juga sangat merugikan semua pencari nafkah di Alun Alun,” keluh penjual.

Harapan pedagang setempat maupun pengunjung, aparat kepolisian secepatnya mengusut dan menghukum para pelaku sebagai bentuk kepedulian terhadap ketenangan dan kenyamanan masyarakat beraktifitas.

Seperti dimediakan sebelumnya, insiden pengeroyokan tiga aktivis di Alun Alun Lapangan Makkatang Daeng Sibali cukup menarik perhatian karena kejadiannya selain di tempat terbuka (umum), juga pihak kepolisian belum mengamankan pelaku yang dinilai sarat premanisme.

Bahkan kabar berhembus, peristiwa yang menyebabkan ke tiga aktivis yang di serang mengalami luka akibat serangan di picu kuatnya dugaan berkaitan dengan persoalan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelontorkan perusahaan tambang pasir laut di Kecamatan Galesong Utara.   (cw)