BudayaDaerahTAKALAR

Mengusik Dana PEN Sebelum Datang “Sassa Lalang”

TAKALAR – Utang rakyat Takalar saat ini sudah jelas dan akan di angsur mulai tahun depan. Lalu apa nikmat yang diberikan Pemerintahan Bupati Syamsari Kitta dari ngutang jelang akhir masa jabatannya…?

“Sassalalanga tunggungna tena memang nariolo, riboko tonjo manjina mappilannassi”

Fakta sudah bicara dan pembuktian sudah dipraktekkan sedari awal terpilihnya hingga jelang akhir pemerintahannya. Lawan tangguhnya saat pilkada ternyata diakhiri dengan kemesraan yang dipertontonkan depan publik di HUT Kemerdekaan 17/8 lalu.

Menyikapi utang dalam bungkusan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp250 miliar ini kembali terlihat adanya siasat terselubung guna dapatkan untung.

Kejari sebagai pendamping hukumnya dengan tegas menyampaikan, agar paket pekerjaan yang dibiayai PEN di putus kontraknya. “Saya minta konsultan untuk melaporkan secara tertulis guna ditindaklanjuti,” pinta Kajari, Salahuddin beberapa waktu lalu di ruang pertemuan kantor Dinas PUPR.

Permintaan APH sebagai pendamping diperkuat oleh hampir keseluruhan konsultan pengawas yang meminta agar lima kontrak Proyek jalan Betonisasi yang sumber dananya dari utang (PEN) segera di putus kontraknya, karena pelaksana dianggap tidak mampu melaksanakan sesuai ketentuan dalam Kontrak.

“Kami minta kepada PPK agar Kontraknya di putus”. tegas perwakilan konsultan pengawas, Illang di depan Kajari waktu itu.

Dilain pihak, komponen masyarakat Takalar mulai beranjak dari hayalan panjangnya dan mulai mengusik dana PEN sebelum datang penyesalan. (cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *