Industri Kosmetik di Perumda Takalar Diduga Hindari Pajak

TAKALAR – Aktifitas industri berupa kosmetik yang beroperasi dilingkungan komplek Perumahan Daerah (Perumda) Takalar yang menyebar di enam rumah ini tetap terjaga dan aman. Pasalnya, selain terstruktur juga berada ditengah warga yang mayoritas pegawai negeri sipil (ASN).
Pengoperasian industri beromzet miliaran ini mempekerjakan puluhan tenaga kerja dengan sistim kerja yang sangat rapi. Begitu rapinya kata sumber, sangatlah sulit bagi orang luar maupun aparat hukum untuk mendeteksinya.

” Saya sudah dari lokasi ternyata rumah milik pribadi pak Iwan yang hanya ditempati barang paket kosmetik dari Tangerang selatan untuk paking dan diluncurkan ke agen di seluruh indonesia,” jelas Lurah.
Namun sumber layak percaya di Perumda menegaskan kalau rumah produksi tidak hanya satu titik saja. “Tidak hanya satu rumah, tapi berjejer itu dan tidak jelas pintu masuk dan keluarnya karena semua rumah terkoneksi,” tegasnya.
Warga setempat, Hasbullah Dg Bali mengungkap kalau aktifitas industri
disejumlah rumah di komplek Perumda ini berlangsung cukup lama dan sulit dideteksi bagi orang luar. Kendaraan orang yang dipekerjakan tidak terparkir diluar, tapi didalam rumah hingga kesan sunyi dan tak ada aktifitas nampak tidak ada.
Kuat dugaan, pihak pengelola usaha racik kosmetik ini menghindari pajak hingga bertahta di Perumda. “Orang tidak percaya kalau ada aktifitas industri, tapi saya berani bersaksi dan jika diperlukan ikut mengantarnya ke ranah hukum,” ujar Dg Bali. (cw)
