Pembebasan Lahan Laikang Dikabarkan Ada Aliran Dana Pengamanannya…?
TAKALAR – Rencana pembangunan Pabrik Rumput Laut oleh PT Tiran Indonesia di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, sempat mendapat penolakan sejumlah aktivis LSM pada awal Agustus 2023 lalu. Gejolak tersebut dikarenakan harga pembebasan lahan yang ditawarkan sangat rendah.

Aksi penolakan sejumlah aktivis tak berlangsung lama dan tak lagi ada kabarnya.
Menurut kabar, beberapa penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di undang oleh pemilik perusahaan untuk melakukan pertemuan di salah satu gedung miliknya di Kota Makassar.
“Selain LSM, ada juga beberapa media yang hadir dengan asumsi tak ada bersuara soal pembebasan lahan di Laikang. Bahkan, di dalam pertemuan itu, diduga ada aliran dana sebesar Rp100 juta yang diberikan kepada mereka,” ungkap Nasrul, salah seorang aktivis pemuda Takalar.
Selain LSM dan media lokal Takalar kata Nasrul, pertemuan tersebut dihadiri Kapolsek Marbo, Iptu H. Sarro. Atau lebih jelasnya, lihat daftar hadirnya.
Kapolsek Marbo, Iptu H. Sarro yang dikonfirmasi mengaku kalau pihaknya hanya melakukan pengamanan saja. “Silahkan kita ke pak Desa Laikang dan Pak Camat Marbo pertanyakan, saya dan Danramil hanya pengamanan, tabe,” akunya via pesan singkat Whatsapp, Sabtu (19/8/2023).
Terpisah, Kepala Desa Laikang, Nursalim sedikit berang ketika dikonfirmasi terkait status lahan milik warga yang akan dibeli oleh PT Tiran Indonesia. “Kenapa dipertanyakan. Suruh temuika orang yang di maksud,” pintanya melalui pesan Whatsapp.
Sekadar diketahui, PT Tiran Indonesia selaku pengembang membutuhkan lahan minimal 500 Hektare (HA) diwilayah Laikang, Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Takalar, untuk pembangunan pabrik rumput laut. (*/rd)
