BudayaPeristiwaTAKALAR

Dihentikan sejenak, Tambang di Sawakong Kini Kembali Beroperasi

Rekaman vidio aktifitas tambang yang dikabarkan ilegal di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan (Galsel) beredar. Aparat Kepolisian dinilai tidak tegas.


TAKALAR – Pasca pemberhentian aktivitas tambang yang dilakukan aparat kepolisian di Desa Sawakong belum lama ini ternyata hanya jedah waktu menormalisasi keadaan. Terbukti, penambang kembali melakukan aktivitasnya tanpa memperdulikan keresahan warga sekitar.

Senin kemarin (5/1), salah satu warga mengirimkan rekaman video dan gambar kepada wartawan yang memperlihatkan beberapa mobil truk mengangkut pasir dari lokasi tambang di Sawakong. Warga setempat berharap, pihak kepolisian Polda SulSel agar turun tangan dan mengambil alih penanganan kasus ini.

“Kami berharap, Kapolda Sulsel segera menghentikan aktivitas tambang pasir di kampung kami,” ucap warga Sawakong penuh harap.

Menurut warga di Sawakong, terdapat dua titik tambang pasir, salah satu lokasi sempat berhenti beroperasi setelah adanya tindakan dari pihak kepolisian Polres Takalar. Namun, satu lokasi lainnya kini kembali beraktivitas tanpa terlihat adanya penindakan.

“Sempat berhenti karena ada anggota kepolisian dari Polres Takalar, tapi sekarang satu tambang kembali beroperasi. Kami menduga ada oknum tertentu dan pengelola yang bekerja sama,” curhat curiga.

Keberadaan tambang pasir yang diduga ilegal ini dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu aktivitas warga, serta merugikan masyarakat sekitar. Namun hingga kini, belum terlihat langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan legalitas kegiatan tambang maupun dampak yang ditimbulkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter Polres Takalar belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan kembalinya aktivitas tambang pasir di Desa Sawakong. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan guna memperoleh keterangan resmi sebagai bentuk keberimbangan informasi. (*rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *