BudayaTAKALAR

Digital Ternyata Bebani Warga, Aplikasi PDAM Dikeluhkan

TAKALAR – Program digitalisasi yang digaungkan dan sudah diterapkan Bupati Takalar beberapa bulan terakhir mulai terasa. Aliran rupiah yang mengalir lewat aplikasi bermanfaat sepihak karena melahirkan keluhan dari pengguna aplikasi, di PDAM misalnya.

“Kalau issu ini sudah lama saya infokan di group,  tapi kayaknya  anggota group kurang respon,” tulis salah satu pelanggan PDAM di platform WhatsApp.

Menurutnya, pengeluaran setiap pelanggan PDAM dalam 1 bulan pakai atau tidak pakai air PDAM, biaya beban Kilo meternya Rp.50.000, biaya aplikasi Rp.6.800, biaya admin penyedia seperti bank, gerai dan lain-lain sebesar Rp.2.500.
“Total perbulan yang harus dibayar setiap bulannya sebanyak Rp. 59.000, pakai atau tidak pakai air PDAM,” ungkapnya.

Informasi lainnya juga menguatkan, kalau kebijakan biaya administrasi pembayaran tagihan lumayan memberatkan.

” Kalau kita bayar lewat Indomaret atau sejenisnya, total biaya admin jadi Rp7.500. Rinciannya Rp2.500 untuk admin Indomaret atau bank, ditambah Rp5.000 admin dari aplikasi PDAM Takalar. Ini jelas memberatkan,” keluh pelanggan PDAM.

Padahal, janji Bupati saat meluncurkan digitalisasi PDAM Takalar pada 4 Agustus 2025 lalu, lewat aplikasi akan membawa perubahan. Hanya saja, perubahannya tidak sesuai harapan karena justru lewat aplikasi PDAM, beban  bertambah.    (c/rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *