Aksi Pengrusakan Lingkungan di Bontonompo Makin Menjadi

GOWA – Pembiaran Pemerintah baik Desa, Kecamatan maupun Kabupaten hingga jajaran aparat kepolisian terhadap aksi Pengrusakan Lingkungan di Kecamatan Bontonompo Utara – Bontonompo Selatan (Bonsel) membuka ruang perusak lain beroperasi. Bahkan informasi terakhir menyebutkan adanya penambahan beberapa titik lokasi galian.

Aksi Pengrusakan Lingkungan yang berkedok tambang pasir ini sudah berlangsung lama. Pihak kepolisian yang melakukan aksen penyegelan dan pelarangan melakukan galian hanya penambang tertentu yang aliran rupiahnya tersekat hingga tak mampu menutup mata petugas.

Fakta adanya main mata petugas dengan para perusak lingkungan sangat jelas dengan penyegelan, penangkapan hingga proses hukum terhadap pelaku penambang di Desa Tanrara yang kini sedang berproses hukum.

Pihak penyidik kepolisian Polres Gowa menjerat penambang dengan pasal pengrusakan lingkungan yang saat ini mengajukan banding karena ancaman hukumannya lumayan tinggi.

Lalu bagaimana dengan perusak lingkungan lainnya yang saat malah bertambah..?

Wallahualam, pastinya aparat kepolisian tebang pilih dalam melakukan razia dan penyegelan lokasi galian.

Bagaimana tidak, tak jauh dari lokasi penyegelan di Desa Tanrara, terdapat perusak lingkungan lainnya seperti di Desa Tindang, Bontoramba dan Manjapai. Mereka para prusak lingkungan tersebut tidak tersentuh hukum, padahal aksinya merusak lingkungan seperti yang dijeratkan pada kasus galian di Desa Tanrara.

“Sangat kasar permainan aparat terhadap penerapan hukum pada penambang yang tidak mengantongi izin,” cetus salah satu lembaga sosial masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Generasi Sosial Peduli Indonesia yang turut prihatin terhadap salah satu oknum penambang yang kini sedang berproses hukum di Pengadilan. (c)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *