Ambruknya Tanggul Pantai Seruni Diperbincangkan

BANTAENG – Meski sudah diperbaiki, ambruknya tanggul penahan ombak pantai Seruni, kabupaten Bantaeng tetap menjadi bahan perbincangan masyarakat setempat.

Pasalnya, Ada indikasi kualitas pekerjaan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB) hingga mengalami kerusakan dan ambruk.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Sulsel, Bastian S. Sihombing mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan perbaikan.  Sementara Koordinator Komunitas Intelektual Butta Toa (KIBA) Yudha Jaya mengatakan, pertanggungjawaban dari PPK harus diperjelas. Apakah harus bertanggung jawab secara administrasi atau secara hokum.

Karena menurutnya, berdasar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Penyelenggara Jasa Konstruksi, ambruknya tanggul akibat kelalaian penyelenggara.

Sementara Kasi Intel Kejari Bantaeng, Fahrul menyampaikan, pihaknya belum bisa memberi keterangan terkait ambruknya tanggul Pantai Seruni itu. Apakah ada unsure ketidak-sesuaiannya dengan RAB. (mar/R).