Bupati Harap Ada Transparansi Penggunaan Anggaran

Guna mendorong pertumbuhan pendapatan atau nilai tamba bagi masyarakat, OPD harus turun langsung di lapangan mencontohkan. Katakan, keinginan masyarakat Rp200 juta sementara kemampuan anggaran hanya Rp100 juta, itu yang harus diberikan pemahaman berkait dengan pertanggung-jawaban di akhir kegiatan.

Membangun dari pinggiran jelas Bupati Nicodemus Biringanaya, harus secara bersama-sama. Contohkan RKPnya Lembang mau bangun pengairan tapi uangnya tidak cukup. “Jika itu terjadi, maka kewajiban pemerintha daerah merealisasikannya kalau asas manfaatnya bersentuhan langsung dengan tingkat kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.

Dikatakan Nico, semua APBD yang dilaksanana kan mulai dari Tahun 2016 sampai sekarang harus jelas lokasi dan penggunaanya, supaya jangan ada kegiatan yang dibiayai dua kali. “Saya mau lihat indikatornya dan transparansi yang selama ini tidak terlihat pendapatan ataupun sumber lainnya,” tegasnya.   (andarias/titus)