Diduga Dendam, Kades Bontolangkasa Selatan Pecat Stafnya

Kepala Desa (Kades) Bontolangkasa Selatan (Bonsel), kecamatan Bontonompo, kabupaten Gowa, Firman, SPd melakukan tindakan yang tidak searah aturan yang termuat di Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan perangkatnya.

GOWA –   Pasalnya, Kades melayangkan surat pemecatan (pemberhentian) terhadap Nursyahrianti tanpa melewati mekanisme atau proses sebagaimana diatur di undang-undang. Perlakuan Kades ini diduga karena masih menyimpan dendam politik pada pesta Pilkades lalu.

Selain itu, Kades Firman juga melayangkan surat pemberhentian secara pribadi karena tidak ada tembusannya. “Perlakuan Kades sangat jelas kepribadiannya karena tidak ada satupun instansi diatasnya yang diberikan tembusan,” ujar warga di dusun Bontokadatto, desa Bontolangkasa Selatan.

Korban pemberhentian yang diketahui menduduki posisi Kepala Seksi Kesejahteraan tidak mengerti, kenapa dirinya diberhentikan oleh Kades tanpa adanya teguran sebelumnya, baik lisan maupun secara tertulis.

Namun di isis surat ada sepenggal kalimat yang menyatakan ketidakmampuan korban menjalankan tugas dan kewajibannya. Bahkan di surat tersebut, Kades menyatakan kalau yang bersangkutan sudah berulang kali ditegur baik lisan maupun tertulis.  (cw)