Ditkrimsus Polda Amankan Penyelundup Hewan Langka

Ditkrimsus Polda Amankan Penyelundup Hewan Langka
MAKASSAR – Spesies hewan langka atau yang dilindungi mengalami kelangkaan yang cukup signifikan, disebabkan kurang pedulinya masyarakat terhadap habitat yang dilindungi. Mereka melakukan penangkapan liar dan menyelundupkannya untuk mendapatkan hasil dari penjualan. Penyelundup hewan langkah ini akhirnya tercium pihak kepolisian Polda Sulselbar.Penyelundup Hewan Langka

Subdit IV Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Sumdaling) Direktoral Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel berhasil mengamankan seorang penyelundup hewan berinisial Nur. Dari tangan Nur, diamankan spesies hewan lindung yang terbilang sangat langka. Hewan endemik yang berjumlah 11 ekor ini oleh Diktrimsus dibawah ke Balai Besar Konsevasi Sumber Alam (BKSA) Sulsel di Daya, dan sisa hewan yang hidup diantar ke Gowa.

Pelaku penyelundup, Nur ditangkap dirumahnya di jalan Kerukunan Timur BTP Kecamatan Tamalanrea. Di lokasi penyimpanannya ditemukan 11 hewan dilindungi yakni 6 ekor rangkong, 2 ekor peregrine elang Arab, 1 ekor elang Sulawesi dan 2 ekor bangkai rangkong. Sisa hewan yang masih hidup dibawa ke Gowa Discovery Park.

Tindakan itu dilakukan dengan dalih mengembalikan kondisi hewan-hewan sebelum dikembalikan ke habitat asalnya. Namun dalih ini perlu pengujian. Apakah setelah pulih dikembalikan ke habitatnya atau justru kembali mati di dalam kandang di objek wisata itu.

Pantauan di BKSA Sulsel, ada beberapa burung memang ditangkarkan dalam beberapa kandang. Ada dua ekor burung berukuran besar terbang bebas dalam kandang berukuran lima meter kali delapan meter. Tinggi kandang kira-kira lima meter.
Pada bagian atas kandang ada atap berbahan seng dan jaring. Di dalam kandang berukuran besar, terdapat belasan kandang berukuran semeter. Ada beberapa burung yang dikurung dalam kandang yang terbuat dari besi itu seperti burung kakatua. Kondisi burung kakatua ini cukup memprihatinkan. Kondisinya lemas,  Bulunya terlihat kotor sama kotornya kondisi kandang.  (ar/R)