FIK – KSM Kembali Rapatkan Barisan Tolak Tambang Pasir

GALESONG – Rencana penambangan pasir laut Galesong, Galesong Selatan dan Galesong Utara oleh empat perusahaan yakni, ” 1. PT. Mineratama yang akan menambang seluas 4.600 hektar, 2. PT. Harapan Laut Sejahtera 3.000 hektar, 3. PT. Yasmin 2.000 hektar,4. PT. Gassing Sulawesi 5.000 hektar ” dan keempat perusahaan ini masing masing sudah mengantongi izin dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup ( DPLH) Sulawesi Selatan.

Setelah diketahui bahwa dalam waktu dekat rencana ke empat perusahaan tersebut akan melakukan penambangan pasir laut Galesong Raya akan berdampak permanen yang di akan alami oleh warga galesong, maka dengan sigap para tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat dan tokoh pemuda menggelar rapat pembahasan yang di rangkaikan dengan persiapan ” HUT GAUKANG KARAENG GALESONG ” dirumah adat Karaeng Galesong minggu, 9/4.

Dalam rapat pemahasan tersebut Karaeng Galesong bersama perwakilan para tokoh yang akan melawan penambangan pasir laut Galesong Raya karena manakala penambangan ini dibiarkan maka kita semua akan merasakan penderitaan yang tiada akhir. Tegas karaeng Galesong.

Menurutnya biota lautnya sudah habis dikeruk oleh cantrang nelayan, sekarang sisa kerusakan dari cantrang dan pasir laut ingin di sedot pula oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, mereka tidak peduli dengan lingkungan dan memikirkan dampak bagi kehidupan orang orang yang menggantungkan nasib, dan mencari kehidupan di laut Galesong.

Mungkin inilah alasan dari pihak yang berkepentingan untuk mengeruk pasir laut galesong karena mereka menilai sudah terlanjur rusak sekalian dirusak saja, daripada nelayan yang keruk mereka berpikir lebih baik pemerintah dan swasta bekerjasama mengeruk pasir laut Galesong dengan perhitungan untuk mempercepat pembangunan CPI dan Wisma Negara yang membutuhkan timbunan kurang lebih 27 juta kubik untuk menambah devisa negara katanya.

Logikanya dari sekian mill pesisir sulsel, perairan galesong merupakan salah satu wilayah perairan yang tingkat kerusakan biota lautnya tinggi, ini bisa kita amati dari mobilitas nelayan galesong yang mencari tangkapan di luar perairan galesong, artinya perairan galesong sudah tidak menjanjikan kekayaan SDA laut. Oleh karena itu baik masyarakat, pemerintah, ataupun swasta dan kelompok kepentingan harus lebih peduli dengan lingkungan.

Berkaitan dengan hal tersebut pasca demonstrasi ke DPRD Provinsi Sulsel FIK – KSM Takalar kembali merapatkan aksi dengan menyusun agenda sosialisasi yang akan kami lakukan hingga kepolosok kampung untuk menggagalkan penambangan pasir laut Galesong. # Save Galesong # ungkap Nurlinda Taco.   (malo)