Gunaka Fasum, Pansus DPRD Serahkan Ke Kejari

MAKASSAR – Sedikitnya 543 pengembang menggunakan Fasilitas Umum (Fasum) Fasilitas Sosial (Fasos) yang belum diserahkan ke DPRD. Karenanya, lembaga wakil rakyat ini menyerahkan sepenuhnya laporan Pansus ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar untuk ditindaklanjuti proses pelanggaran hukumnya.

“Kami tentunya siap menindak lanjuti laporan itu. Saya sudah koordinasi dengan Ketua Komisinya. Namun penyerahan laporannya belum saya terima,” kata Juru Bicara Kejari, Alham.

Menurut Alham, setelah ada hasil temuan yang diserahkan ke kejaksaan, pihaknya akan jadikan pintu masuk untuk melakukan penyelidikan. Sehingga menurutnya, pihaknya tinggal menunggu laporan dari DPRD.

“Kalau sudah ada laporan resminya, kami siap menindak lanjuti dan melakukan penyelidikan. Karena menggunakan fasum-fasos tanpa izin, itu sudah jelas melanggar aturan,” akunya.

Diketahui, sejumlah taman di perumahan yang dikelola Asindo Indah Griyatama diduga telah dikomersilkan. Dari hasil pantauan taman di Kompleks Topaz! sudah beralih fungsi jadi bangunan ruko. Begitu pula dua taman di Kompleks Bougenville, Jl Panakkukang, ternyata sudah tidak ada.  (ar/R)