Guru dan Murid Keracunan Makanan Rumput Laut Kering

Sajian makanan yang kelihatan enak tidak selamanya memberikan manfaat saat di konsumsi seperti produk rumput laut yang diparut kering telah menyebabkan gelombang keracunan makanan. Insiden keracunan makanan akhirnya terjadi juga hingga mengorbankan sekitar 1000-an guru dan murid dipinggiran Kota Tokyo, Jepang, sejak 17 Februari lalu.

Lebih dari 1.000 murid dan guru di tujuh sekolah dasar yang ada di wilayah Tachikawa terimbas masalah keracunan ini.

Norovirus terdeteksi di dalam “nori” yang disajikan dalam paket makanan sekolah yang disajikan pada 16 Februari lalu.

Temuan ini diumumkan Pemerintah Metropolitan Tokyo pada Selasa (28/2/2017) seperti dilansir Asahi Shimbun.

Norovirus adalah suatu virus menular yang menyebar karena berinteraksi dengan orang yang terinfeksi, atau dari memakan yang terkontaminasi, menyentuh permukaan yang terkontaminasi, atau meminum air yang terkontaminasi.

Nori adalah nama makanan dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Bahan bakunya adalah alga jenis porphyra.

Di Tachikawa, tercatat ada 1,098 korban yang mengeluh mengalami diare dan muntah per 24 Februari.

Wabah lain terjadi di Prefektur Wakayama, Jepang barat, pada bulan Januari, juga karena nori yang disediakan oleh pembuat yang sama seperti dalam kasus Tachikawa.

Bahan makanan itu disediakan oleh Tokaiya Co., sebuah perusahaan yang berpusat di Miyakojima Ward, Osaka.

Tokaiya secara sukarela kini telah menarik seluruh produk makanan yang telah dipasarkan.

Rumput laut dalam kasus Tachikawa digunakan sebagai “topping” di semangkuk nasi dengan lauk telur dan ayam.

Sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh badan survei makanan pemerintah kota setempat menunjukkan, virus tersebut ditemukan pada kemasan nori.

Virus yang sama pun ada pada sampel yang diambil dari para korban.

Makanan kering berpotensi terkontaminasi oleh virus saat memasuki masa pengepakan.

Kini, Pemerintah Osaka menindaklanjuti kasus ini untuk mengetahui bagaimana awal mula virus tersebut bisa “mengotori” produk rumput laut kering tadi.

Sebelumnya, wabah serupa terjadi di 15 taman kanak-kanak dan sekolah di Gobo dan Hidakagawa, yang keduanya berada di Prefektur Wakayama.

Ada 804 murid dan guru yang mengeluh diare dan muntah-muntah pada wabah Januari lalu.

Ternyata, nori produksi Tokaiya juga telah menjadi sebagai bagian dari makanan sekolah pada 25 Januari. (*)