Hipermata – HMI Aksi Tolak Tambang Pasir di Galesong

Nelayan bersama Himpunan Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) gelar aksi tolak tambang di kantor Bupati dan DPRD Takalar, Kamis (6/7).

TAKALAR – Kemelut masyarakat nelayan Galesong, Sanrobone dan Pulau Tanakeke berkait aktivitas tambang pasir laut di wilayah perairannya terus menuai protes ‘tolak tambang karena mengganggu pencaharian nelayan dan mengancam abrasi.’ Masalah yang hingga sekarang belum ada kejelasan ini kembali bergejolak dengan turunnya mahasiswa dari Hipermata dan HMI bersama nelayan melakukan aksi pencabutan izin.

Mahasiswa meminta agar rekomendasi izin prinsip yang terlanjur dikeluarkan Bupati Takalar dicabut agar aktivitas tambang ‘stop’. Para Pendemo diterima di ruang sidang dewan.

Menurut anggota dewan, Makmur Mustakim,  dalam waktu dekat akan mengundang semua stakeholder untuk duduk bersama membahas polemik pembangan di perairan Galesong, Sanrobone dan Mapsu untuk meminta kepada pemprov Sulsel agar menghentikan aktifitas penambangan pasir laut di tiga titik sebelum ada solusi sesuai permintaan Forum peduli Masyarakat nelayan Tanakeke. Hipermata dan HMI
Hal senada juga disampaikan legisltaor PKS, Sulaeman Rate, seandainya DPRD kabupaten Takalar punya wewenang mencabut Izin tambang pasir, maka hari ini juga diambil tindakan untuk segera mencabut izin tambang. “Kami akan mendesak pemprov untuk segera mencabut izin tambang di perairan laut Galesong, Sanrobone dan Tanakeke sekaitan aksi penolakan tambang selama kurang lebih empat bulan yang di anggap berdampak pada nelayan,” janjinya.  (ml/tam)