Ini Kondisi Dermaga Sanrobone, Benarkah Dampak Tambang…?

SANROBONE – Akibat abrasi yang kian meluas di beberapa titik di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, dermaga mulai mengalami kemiringan. Warga sekitarpun mulai resah dengan kekhawatiran terjadi sesuatu saat terlelap di malam hari.
Kata warga setempat, Hafid, ini bagian dari dampak yang ditimbulkan penambang pasir laut, bukan hanya air laut keruh dan ikan ikan menjauh,  tetapi abrasi juga terus terlihat setelah sedimen pasir laut berkurang dan yang paling mengkuatirkan saat ini adalah keberadaan dermaga kapal di Dusun Je’ ne, Desa Ujung Baji yang terancam ambruk.
Hafid bersama warga lainnya mengaku hanya bisa pasrah terhadap kondisi yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang pasir laut, hal itu dikatakannya mengingat berbagai upaya yang ditempuh oleh masyarakat dibawah pengawalan aliansi Mahasiswa, namun belum membuahkan hasil. “Masalah tambang pasir laut ini sudah berlarut larut tanpa ada solusi yang diberikan pemerintah kabupaten/provinsi, kasihan kami selaku masyarakat kecil kalau keadaan terus begini,” ujar Hafid.
Aktivis Tolak Tambang Pasir Laut, Chonel Muh. Gaffar  mengatakan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan dan Kapal penambang harus dihentikan sekarang juga sebelum dampak abrasi semakin meluas.  “Bupati Takalar harus segera mengambil sikap mencabut Izin Prinsip perusahaan tersebut, agar semua izinnya gugur dan Tambang dihentikan sesuai Undang-undang, ” Ungkap Aktivis dari Sanrobone tersebut.
Gelombang penolakan dan penghentian yang dilakukan elemen aktivis dan rakyat Takalar sejak 3 bulan lalu, bahkan berbagai dampak sudah di timbulkan akibat penambangan dan sampai saat ini Pemerintah Daerah Takalar juga belum mengambil sikap.   (malo)