Ini Lembar Mutasi ASN Yang Meninggal Dunia di Galesong

Salma Sufu yang dimutasi padahal sudah pindah ke kabupaten Maros jauh sebelum mutasi digelar

TAKALAR – Pernyataan hak prerogatif dan alternatif serta sudah sesuai prosedur terhadap proses mutasi yang dilakukan Bupati belum lama ini di Gedung Islamic Centre sangat mengada-ada. Bagaimana tidak, selain SKnya dobel juga memindahkan orang yang sudah pensiun, pindah dan bahkan meninggal dunia.

“Kasihan Pemerintahan di Takalar karena data mutasinya jelas tapi salah,” ujar salah seorang pendidik, Idris Beta di Galesong.

Kata dia, mutasi merupakan proses penyegaran dan wajib diterima serta dipatuhi oleh yang namanya Aparat Sipil Negara (ASN), itu kalau sesuai proseduralnya. Tapi fakta mutasi yang terjadi baru-baru ini justru jauh dari kiblat yang sesungguhnya, dimana ASN dibuat kocar kacir.

Kondisi sekarang ini katanya, sangat berdampak pada konsentrasi kerja pegawai karena posisinya saat pelantikan dan pengambilan sumpah di Gedung Islamic Centre tidak sesuai porsi jabatannya. “Ada sekitar 45 orang guru yang dipromosi jadi Kepsek tanpa bekal ijazah S1 sebagaimana disampaikan pada Permendikbud No. 6 tahun 2018 pasal 2,” jelas Idris di Trialief Cafe.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD), Rusdi Sennang, hingga informasi ini kembali di publish masih belum berhasil dimintai konfirmasinya.   (cw)