Ini Takalar, Berpesta Ditengah Penderitaan Pasien di Rumkit

TAKALAR – Pemerintahan Bupati Syamsari Kitta yang bertagline ‘BERUA BAJI’ pada Pilkada lalu, benar terjadi sekarang ini. Dari pemecatan 8.000 tenaga honorer, pinjam uang yang berindikasi gratifikasi, mutasi orang meninggal dan pensiunan hingga berpesta ditengah kesakitan pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) H. Padjonga Dg Ngalle. “Kami sangat terganggu,” keluh keluarga pasien di Rumkit semalam, Jum’at (10/8).

Kata mereka, baru kali ini perayaan atau semarak Hari Kemerdekaan digelar di Rumkit yang secara keseluruhan pasien tidak menerimanya dengan penyakitnya. “Memang ada yang suka musik dan hiburan lainnya, tapi ada juga pasien yang trauma dengan suara bising,” tandas warga yang sedang menjaga keluarganya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kukana nakke pak Bupatita tau jarre nana asseng pare’na nikanaya agama, naassengi natampakkan baji kodina ri tau jaia. Tenamo tanpa maraeng ri Takalara akkulle ni pa acarai, na anrini kamma ri tangngana tau garringa..,” keluhnya.

Hingga informasi semalam, Direktur Rumkit belum berhasil dimintai klarifikasi terkait rangkaian perayaan 17 Agustus tahun ini dengan beragam kegiatan.   (cw)