BudayaDaerahHukumTAKALAR

Insiden di Sanrobone Diduga Ada Unsusr Pemerasannya

TAKALAR – Peristiwa Lakalantas beberapa waktu lalu di Sanrobone yang berujung pelaporan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Dg Sayu masih kontes sepihak. Pasalnya, yang bersangkutan (Dg Sayu red.) tidak ada kaitan dengan peristiwa lakalantas.

Seperti disampaikan Dg Sayu di Trialief beberapa waktu lalu, dirinya bukan korban lakalantas, tapi kendaraan (motor) yang digunakan korban adalah miliknya hingga menuntut ganti rugi.

Sementara pihak pelaku lakalantas (keluarga red.) ditempat yang sama di Trialief mengutarakan kalau pihaknya sudah berkomitmen memenuhi semua pembiayaan baik kerusakan kendaraan maupun perawatis medis korban lakalantas.

“Semua sudah diselesaikan sesuai komitmen yakni biaya rumah sakit dan juga kendaraan,” cerita pihak keluarga Dg Lewa atau pelaku lakalantas.

Satu peristiwa dari insiden lakalantas dengan kehadiran Dg Sayu selaku pemilik yang tiba-tiba muncul meskipun tidak ada hubungan dengan peristiwa lakalantas.

Kearogansian Dg Sayu mendatangi rumah pelaku di Sanrobone hingga terjadilah satu peristiwa yang spontan terjadi yang dilaporkan ‘penodongan’.

Menyikapi kronologi dan sikap Dg Sayu, keluarga Dg Lewa menilai adanya indikasi ‘pemerasan’ yang dilakukan Dg Sayu.

Sementara Dg Sayu yang berusaha dihubungi hampir setiap untuk dimintai klarifikasi terkait adanya indikasi pemerasan yang dilakoninya enggan bicara, bahkan terkesan menghindar. (c)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *