BudayaDaerahPeristiwaTAKALAR

Insiden Penodongan Senpi Oknum Polisi Terjadi di Sanrobone

TAKALAR – Polisi sebagai pengayom wajib memberikan pemahaman, tauladan dan menjadi media hukum bagi masyarakat, bukan mempertontonkan kekuatan dan membuat rakyat ketakutan seperti kejadian di Desa Sanrobone, Rabu (11/8) sekitra pukul 10.00 WITA.

Insiden yang cukup menggegerkan warga di Desa Ujungbaji, Kecamatan Sanrobone ini menjadi referensi ketidak-percayaan masyarakat terhadap penegak hukum khususnya kepolisian kalau tak ada sanksi bagi pelaku.

Menurut korban penodongan, Dg Sayu, warga Dusun Maccinibaji, perlakuan oknum polisi terhadap dirinya telah dilaporkan ke Polres Takalar dan mengaku sudah dua kali diambil keterangannya.

Dg Sayu (52) juga menceritakan Ikhwal hingga dirinya di todong polisi.

Diceritakan korban penodongan di trialief, waktu itu ponakannya, Irma meminjam motor miliknya, Rabu (5/11) untuk dipakai ke pesta. Saat perjalanan pulang dari pesta, ponakannya disenggol sebuah mobil yang dikendarai Dg Lewa (orang tua pelaku penodongan red.) hingga di bawa ke Rumkit H. Padjonga Dg Ngalle untuk mendapatkan pertolongan medis.

Di hari kejadian itu, antara pelaku tabrak (Dg Lewa red.) mengaku membiayai kerusakan kendaraan termasuk biaya pengobatan. “Saya siap membiayai kerusakan dan pengobatannya,” janji Dg Lewa waktu itu.

Namun waktu yang dijanjikan pelaku tak ditepati, Dg Sayu menemui pelaku di kediamannya di Sanrobone. Namun keadaan berbicara lain, pelaku malah mengamuk dan anaknya yang diketahui anggota Polres tak mau kalah hingga mengeluarkan pistolnya dan menodongkan ke Dg Sayu.

Spontan korban penodongan tak mampu berbuat banyak karena diselimuti ketakutan luar biasa dan meninggalkan rumah pelaku menuju Polres melaporkan kejadian yang dialaminya. (rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *