Jumpa Pers, JRM Minta Maaf Kepada BPS Gereja Toraja

Jhon Rende Mangontan (JRM) meminta maaf kepada BPS Gereja Toraja dan Panitia Prayanya terkait penamparan yang dilakukannya kepada Kepala Dinas Papua, Jhuly Mambaya (DJM).  
TORUT – Peristiwa penamparan di di kecamatan Balusu, Lembang Papa Langi, Kampung Malakiri (Ne’gandeng) yang dilakukan JRM jadi trending topik hingga bermuara di kepolisian setempat. “Saya mintag maaf kepada seluruh  angota PPGT Gereja Toraja atas kekhilafan hingga menampar DJM,” ucap JRM. 
Di depan jurnalis, Jhon  menjelaskan kronologi hingga insiden yang dia sendiri mengaku diluar kendali emosionalnya. Djuly Mambaya (DJM) yang dianggapnya sebagai adik, teman sekaligus Wakil Ketua di IKT tidak sejauh ini bakal bersoal. “Kejadian itu saya anggap pribadi, bukan soal organisasi,” ungkapnya.
Insiden penamparan terjadi jelas JRM, karena berkait dengan harga diri, nama baik keluarga dan perusahaan.  Dimana DJM  lewat medsos berulang kali menguploud tentang dirinya (JRM red,) mencemoh dan terkesan fitnah. Bahkan DJM selalu mengaitkan perusahaan dengan persoalan pribadinya.

Tak tanggung ciutan yang sifatnya menfitnah, emosi JRM akhirnya tak terkendali hingga melakukan penamparan kepada DJM. “Saya berharap, kronologi ini bisa menjadi bagian dari penyaksian insiden hingga terjadi hal diluar kendali sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah, perbuatan dan dosa. Atas nama pribadi, Saya minta maaf kepada seluruh yang dirugikan, dan terkhusus keluarga besar BPS Gereja Toraja,” ucap JRM.   (Andarias/Titus)