Kadis PMD Ngaku Tak Paham Soal Kasus Pengadaan Server
Kabar pernyataan Kadis PMD hal kasus server aplikasi online “Total Los” tidak benar adanya. ” Saya tidak paham, karena belum ada hasil pemeriksaannya,” tulis Kadis PMD, Andi Rijal Mustamin via WhatsApp, Senin (22/12).
TAKALAR – Kasus server aplikasi online yang digaungkan tahun 2022 lalu di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kini kembali jadi pembicaraan. Tak sedikit yang mengurai kalau persoalannya ada diantara SP3 dan 86.
Pasalnya, dua tahun lalu dipersoalkan dan ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan melakukan pemeriksaan marathon sejumlah Kepala Desa sebelum Pilkada, namun kejelasan hasilnya masih belum ada. “Mungkin marathonnya tidak ada finish,” celoteh warga di Takalar, Minggu (22/12).
Kadis PMD yang dimintai konfirmasi soal “total los” terkait kasus tersebut menampik dan menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak paham karena hingga Sekang belum ada hasil pemeriksaannya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, kasus ini masih belum ada informasi jelas kalau pihak kepolisian akan melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah Kepala Desa (Kades) seperti yang kencang digelar sebelum pilkada.
Padahal, proyek pengadaan Server aplikasi online yang dilakukan Dinas PMD bulan Oktober 2022 ini cukup menghabiskan anggaran besar yang bersumber dari dana desa dan tak dapat difungsikan sampai sekarang.
“Kami selalu siap dimintai keterangan lanjutan,” kata Kades menyebutkan angka Rp15 juta yang dibebankan padanya. (lu/rd)
