Kapal Fairway di Serang Nelayan Galesong, Sanrobone dan Tanakeke

TAKALAR – Kapal penambang pasir laut, Fairway milik Boskalis Belanda yang sudah beberapa kali di usir oleh warga nelayan Galesong dan Sanrobone masih saja tetap beroperasi. Penambangan pasir laut oleh kapal Fairway yang masih tetap beraktifitas membuat amarah masyarakat nelayan Galesong Raya, Sanrobone dan kepulauan Tanakeke semakin memanas.
Terbukti, siang Rabu kemarin, 28/6-2017 ratusan kapal rengge, patorani, Jolloro dan perahu viber menyerang kapal Fairway yang sedang melakukan penambangan pasir laut di perairan Desa Mangindara, kecamatan Galesong Selatan.
Saat kapal nelayan hendak menghampiri kapal Fairway empat kapal speed boat milik Poli air dan lantamal sempat menghalang halangi kapal nelayan, namun saat puluhan kapal nelayan sudah mulai datang segala penjuru membuat poliair dan lantamal mulai kewalahan akhirnya mereka memilih kabur dan Kapal Fairway pun ikut kabur setelah melihat ratusan kapal nelayan yang berasal dari Galesong Utara, Galesong, Galesong Selatan, Sanrobone dan kepulauan Tanakeke.
Setelah Poliair, Lantamal dan Kapal Fairway meninggalkan lokasi penambangan teriakan nelayan dengan lantang mengatakan kalau Gubernur Sulsel tidak secepatnya mencabut izin tambang pasir laut Galesong dan Sanrobone maka akan berimbas kepada Gio politik pemilihan Gubernur Sulsel 2018.
Lebih lanjut massa mengatakan kalau izin tambang pasir laut Galesong dan Sanrobone tidak segera di cabut maka masyarakat Takalar akan mengarahkan dukungannya ke Bone dan Luwu pada pilgub 2018 mendatang terang warga Galesong dan Sanrobone.(malo/R)