“Kartu Sapi SKHD” Berfungsikah Pasca Tender..?

 ‘Janji politik’ bisa nyata dan merakyat, tetapi justru menggunakan taktik yang buruk untuk mencapai kekuasaan akhirnya, seperti satu ekor sapi per-Kepala Keluarga (KK) dengan obralan kartu sapi.

TAKALAR – Adalah SKHD, figur pemimpin yang terpilih pada Pilkada lalu dengan bangunan pondasi ‘janji’ membagikan sapi satu ekor per-KK kepada masyarakat pendukungnya waktu itu. Komitmen itupun terealisasi meski belum sepenuhnya dengan model yang tak sepadan yakni lewat kelompok ternak.

Lalu adakah Kartu Sapi yang dibagikan saat Pilkada ampuh mendapatkan seekor sapi..? Wallahualam…pastinya, menurut Kepala Dinas Pertanian, Muh. Hasbi, bagi warga yang ingin mendapatkan sapi diwajibkan bergabung dalam satu kelompok ternak di wilayahnya masing-masing.

Itupun jelas mantan Sekertaris Dinas PU ini, kelompok ternak dimaksud harus terdaftar di Kementerian. Lalu berfungsikah kartu sapi yang dibagikan bulan sesudah tender…?

“Kami tidak akan pernah bisa berternak sapi apalagi menikmati obralan janji SKHD pada Pilkada lalu dengan prasarat yang diwajibkan karena tak tak memiliki kelompok. Mending kartu ini dibakar saja,” pesimis salah seorang warga di trialief dengan dialog Makassar.   (cw)