Kasihaan Siswa, SDN 180 Lakatong Pulau di Bongkar “Tak Dikerja..?”
Percepat pembongkaran tapi terkesan dibengkalilaikan hingga proses belajar mengajar terganggu.
TAKALAR – Kondisi memprihatinkan tersebut terjadi pada Sekolah Dasar Negeri 180 Lakatong Pulau, Kecamatan Mangarabombang (Marbo). Pasalnya, pihak rekanan tergesa melakukan pembongkaran dan tidak menindaklanjutinya hingga terkesan sengaja dibengkalaikan.
Dikerjaaan itu, muncul dugaan kalau proyek pembongkaran sekolah yang dibiarkan terbengkalai terkesan disengaja.
Informasi warga setempat menyampaikan, ada dua ruang kelas telah dibongkar sejak dua bulan lalu, namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda pekerjaan dilanjutkan.
Kondisi ini memicu perhatian para penggiat sosial yang menilai kalwu dalam pengelolaan aset, terkesan terburu-buru melakukan pembongkaran tanpa memastikan keberlanjutan pekerjaan. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu.
Saat ini siswa terpaksa belajar secara bergantian, bahkan sebagian menggunakan kolong rumah warga sebagai ruang kelas darurat. Situasi semakin memprihatinkan karena kelas yang tidak dibongkar turut mengalami kerusakan.
Ruang tersebut berada di tengah dua ruangan yang dibongkar, sehingga plafonnya rusak akibat air hujan yang masuk.
Kabid Dikdas, Mursalim, SE, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PPK dan ULP terkait keterlambatan pekerjaan tersebut.
“Saya sudah konsultasi dengan PPK dan ULP. Informasinya, tinggal menunggu klik penetapan pemenangnya, setelah itu pekerjaan akan segera berjalan,” ujarnya.
Para penggiat sosial berharap pemerintah segera menindaklanjuti dan mempercepat pengerjaan SD Inpres 139 Benteng Sanrobone serta UPT SDN 180 Lakatong di pulau tersebut, demi kenyamanan dan keselamatan anak-anak dalam proses belajar. (c/rd)
