Kasus BRI Cab. Takalar, Jelang Setahun Laporannya Masih Tak Jelas
Kasus yang diduga mainan ‘MaFia Perbankan’ dalam lingkup Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Takalar yang dilaporkan korban H. Mustafa di Polres hingga jelang setahun masih belum ada kejelasan statusnya.
TAKALAR – Korban permainan oknum di BRI Cabang Takalar, H. Mustafa masih tak habis pikir dan tak tahu harus berkata apa dengan soal yang melilit dirinya. Pasalnya, laporannya di Polres hingga jelang setahun masih belum ada kejelasan status hukumnya. Padahal dirinya sangat dirugikan baik materi maupun harga diri di keluarga.
“Kasus ini sebenarnya sangat menarik karena terkait tuduhan utang, dan juga raibnya setoran tunai milyaran rupiah miliknya,” kata H. Mustafa saat Trialief sambangi dirumahnya.
Meski pihak kepolisian mengaku sudah melakukan gelar perkara terhadap laporannya, namun masih tersisa kejanggalan karena belum ada penjelasan resmi perihal soal yang dilaporkan. “Yang saya butuhkan, penyampaian kalau sudah ada oknum BRI yang dimintai keterangan dan bisa memperlihatkan bukti administrasinya,” tuturnya penuh harap ada keseriusan polisi melakukan penyidikan.
Permintaan H. Mustafa terhadap BRI Cabang Takalar, agar memperlihatkan bukti administrasi kalau dirinya ada soal dengan beban utang dalam rekening koran bernomor 1363 ….25 = 2 dengan nominal awal sebanyak Rp. 400 juta yang hingga kini terhitung sudah mencapai lebih dari Rp. 2 Miliar. Padahal kata Mustafa, dirinya tidak pernah mencairkan uang sebanyak itu, apalagi dia sudah dikategorikan masuk daftar hitam nasional (DHN).
“Saya siap menanggung semua resiko yang ditudingkan kalau pihak BRI bisa memperlihatkan bukti akar kredit dan kwitansi pencairannya,” pungkasnya. ©
