Kasus Ujaran Kebencian Putra Sekda Masih di Polres

TAKALAR – Meskipun belum ada kejelasan proses hukum unggahan ujaran kebencian putra Sekda Takalar masih belum jelas statusnya, namun pihak pelapor tidak akan pernah berhenti melangkah. “Silahkan hukum petieskan, saya jadikan referensi ketidak-profesionalan kinerja polisi,” ujar pelapor.

Unggahan ujaran kebencian terhadap salah satu media dan wartawannya sudah terlapor sejak bulan Agustus 2018 lalu. Pengambilan keterangan baik pelapor, saksi maupun terlapor sudah dilakukan pihak penyidik, namun kelanjutan persolannya tak diketahui per-hari ini.

Kasus ini bisa jadi barometer proses penanganan laporan di polisi. Jangankan rakyat biasa, media dan wartawan saja diperlakukan tak waja oleh hukum.   (cw)