Kawasan Transmigrasi Punaga Takalar di Alih Fungsikan

Jika lahan pencadangan transmigrasi di desa Laikang mentersangkakan 4 orang pelaku jual beli, maka kawasan transmigrasi di desa Punaga, kecamatan Mangarabombang, kabupaten Takalar juga menunggun giliran dengan peralihan statusnya menjadi kawasan tambak.

MARBO – Belum tuntas dan kejelasan proses hukum kasus jual lahan transmigrasi di desa Laikang, kecamatan Mangarabombang (Takalar), kini muncul lagi kasus baru yang kurang lebih modusnya sama ‘jual beli lahan transmigrasi’.

Pasalnya kata warga sekitar, Sabtu (29/7), lahan seluas puluhan hektar yang dikelilingi tembok panjang ini merupakan kawasan hunian transmigrasi. Namun para warga trans asal tanah Jawa sudah meninggalkannya karena tak tahan, kawasan inipun mendadak di pagar keliling layaknya tembok ‘Berlin’.

Meskipun belum diketahui pasti apa aktifitas dalam kawasan yang dikelilingi tembok raksasa ini, namun informasi warga setempat menyebutkan kalau pemilik lahan adalah warga China bernama Johan. Pengusaha bermata sipit ini diketahui menyulap lahan kawasan transmigrasi menjadi usaha tambak yang cukup mersahkan warga sekitar karena limbahnya mempengaruhi lingkungan tanah sekitar khususnya air sumur warga.

Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Sekertaris Daerah (Sekda) H. Nirwan Nasrullah yang dihubungi mengaku tak tahu menahu prosesnya hingga beralih fungsi dari hunian transmigrasi menjadi kawasan industri. Soal peralihan status tanah, Nirwan menyarankan menghubungi pihak transmigrasi. “Tanyaki pak Asdar, mungkin dia lebih tahu,” imbuh Sekda mengarahkan.

Sayangnya, mantan Sekertaris Dinas Sosial, Muh. Asdar yang dihubungi membenarkan kalau kawasan transmigrasi Punaga sudah beralih fungsi, namun dia mengaku tak tahu menahu proses peralihannya.   (R)