Kejar Target Wisata, Disparpora Tega Lecehkan Bahasa Indonesia

TAKALAR – Kesan pelecehan terhadap keutuhan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa nampak jelas dilakukan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Takalar.

Penggunaan kalimat pada spanduk promosi wisata besar-besaran “MakanG IkanG Rame Rame” yang akan di pajang 7000 ribu titik di 24 kabupaten kota dinilai pelecehan yang mengarah pada pengeberian hanya untuk mengejar kepentingan tertentu dan seolah melegitimasi ketidak-mapanan orang Takalar berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Menyikapi pesan spanduk ini, sangat melecehkan kita sebagai warga Takalar seolah melegitimasi bahwa orang Takalar tidk bisa berbahasa indonesia yang benar,” tulisan warga di salah satu group WhatsApp.

“Ini jelas mencederai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini juga termasuk salah satu bentuk pelecehan terhadap bahasa bangsa kita, yaitu Bahasa Indonesia,” tegas pemerhati Bahasa Indonesia ke wartawan, Rasak di Makassar Senin kemarin.

Wisudawan terbaik Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini, menegaskan, selain menghianati para pejuang bangsa, juga tidak ada sama sekali dalam Panduan Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Bersikap dari pengadaan spanduk yang menggunakan Anggara APBD Rp800 juta lebih dan pelecehan bahasa serta issu pengalihan anggaran pendidikan, salah satu komunitas yang mengatasnamakan dirinya forum pemerhati pendidikan akan turun lapangan melakukan aksi.

Kepala Disparpora, Darwis yang dihubungi wartawan via ponselnya Senin kemarin enggan komentar lebih jauh. “Ke kantormu saja,” buhnya. (cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *