Kejati Ungkap Kasus Korupsi Berkelas Termasuk Takalar

MAKASSAR – Sejumlah kasus korupsi yang diungkap jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel selama satu semester, tidak tanggung-tanggung menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.

Sedikitnya, sudah lima kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kelas kakap telah diungkap. Namun dari lima perkara korupsi itu, tercatat kasus perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tertinggi rugikan negara.

Kasus tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp317 miliar. Menyusul kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) transaksi mencurigakan di Kabupaten Gowa, dengan merugikan negara Rp34 miliar. Penyaluran bantuan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, dengan kerugian negara sebesar Rp31,6 miliar. Penjualan lahan Laikang, dengan kerugian negara Rp17,3 miliar dan sewa tanah negara di Kelurahan Buloa, dengan kerugian negara Rp500 juta.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jan Samuel Marinka mengatakan, dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi diwujudkan dalam prioritas penanganan perkara pidana. Sedikitnya ada lima kasus korupsi berkelas berhasil diuangkap.

“Kita memang fokus menyelesaikan kasus yang lama, tapi tidak melupakan kasus yang baru. Pada semester pertama ada lima kasus korupsi berkelas yang berhasil diungkap, “kata Jan Samuel.  (ar/R)