DaerahHukumPeristiwaTAKALAR

Kepemimpinan JN, PDAM Kurang Sehat

Tahun 2017, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar masuk peringkat 2 dan mengalami penurunan atau nilai kurang sehat di tahun 2019, sejak pucuk pimpinan dikendalikan Jamaluddin Nombong (JN).

TAKALAR – Waktu tak mungkin diputar ulang, tetapi prestasi maupun prestisenya dapat kembali jika kinerja dan nawaitu strukturalnya tidak mengedepankan kepentingan keluarga ataupun kelompoknya. Dan hal terjadinya penurunan nilai kurang sehat di PDAM Takalar sejak dipimpin Jamaluddin Nombong, perjalanannya jelas.

Salah satu indikatornya, konflik dan ketidak-harmonisan dalam lingkup PDAM yang berimbas pada kinerja. Bagaimana tidak, Direktur kerjasama kroninya bermanuver memecat karyawannya dengan asumsi ketidak-mampuan keuangan. Lucunya, mereka juga merekrut karyawan baru lebih banyak dari karyawan yang di pecat.

Sadisnya lagi, karyawan yang mereka rekrut merupakan keluarga petinggi di PDAM yang sangat jelas melabrak aturan ketenaga-kerjaan. “Itu hal biasa,” santai Direktur, Jamaluddin Nombong beberapa hari lalu saat dimintai klarifikasi perihal rekruitmen yang dominan keluarga.

Diharap, Bupati H. Syamsari Kitta mengevaluasi kepemimpinan Jamaluddin Nombong sebelum kondisi perusahaan jatuh sakit. (cw)