DaerahPeristiwaTAKALAR

Kerja Lamban Tak Soal, Proyek Selesai Tak Dibayarkan

TAKALAR – ‘Laksana benang kusut’ itulah fakta pemerintahan di Kabupaten berjuluk Butta Panrannuangku sejak kepemimpinan H. Syamsari Kitta – H. Ahmad Se’re (SKHD). Polanya dinilai semberaut hingga berimplikasi pada kinerja aparat sipil negara (ASN) yang tidak tenang karena pola mutasi yang tak kunjung usai.

Dilain hal, semburan kelucuan atau mungkin lelucon kembali menyeruak dan menyasar pekerjaan fisik (proyek) yang satu sisi cara kerjanya lamban tak bersoal dan sisi lainnya kerja cepat dan sudah selesai tapi anggarannya mendadak hilang.

Paket pekerjaan yakni pembangunan Publik Cervice Center (PCS) berdasar kontrak dikerjakan sejak lima bulan lalu (Mei) hingga sekarang belum selesai tak ada masalah, tapi pekerjaan yang leading sektornya di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) justru anggarannya mendadak tidak ada. Padahal, kata rekanannya uang mukanya sudah di ambil 30 persen.

Lalu kemana raibnya anggaran proyek yang dikerja CV. Aqila bulan September lalu…?   (rd)