Ketua KPU : Pilkada Serentak Jeneponto Masuk Zona Merah

JENEPONTO – Menghadapi Pilkada serentak 2018  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jeneponto melakukan sosialisasi dengan Lembaga Terkait di Jeneponto, Baik Dari Pihak Polres,Dandim Dan Satpol PP, di Cafe & Resto 88, Jalan Ishak Iskandar, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu, Kamis (20/7/2017).
Sosialisasi ini  digelar dengan tujuan agar dapat tercipta keamanan saatjelang berlangsungnya tahapan Pilkada Jeneponto. Karna Kabupaten Jeneponto masuk wilaya  zona merah di Pilkada Serentak 2018 mendatang.
“Jeneponto dikatakan masuk Zona Merah dengan kata lain didentik dengan kerawanan karna yang salah satunya,banyaknya Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang terang terangan mengkampanyekan salah satu pigur (kandidat bakal calon Bupati),padahal secara regulasi bahwa PNS sebagai mana yang diatur pada PP NO 53 Tahun 2010 tentang pegawai Negeri sipil,Bahwa PNS itu tidak boleh melibatkan diri pada politik praktis “,kata Ketua KPUD Jeneponto, Muh Alwi.(20/7/2017)
“muh alwi menambahkan bahwa Jeneponto masuk zona merah. Karena pemerintahan ke depan akan pecah. Sebab bupati dan wakil bupati juga sekda masing-masing bertarung. Itu dianggap masuk zona merah” ujar dia.
KPU berharap aparat Polri dan TNI serta instansi terkait dapat mengantisipasi hal itu sedini mungkin.
“oleh karna itu mari kita membangun lebih awal koordinasi dengan pihak keamanan, agar Jeneponto tetap aman dan damai,” tambahan Alwi.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh  Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Kav Sugiri,sejumlah LSM ,dan Media juga Kasat Satpol PP dan Damkar Jeneponto, Aspa Muji serta sejumlah Personil TNI dan Polres Jeneponto.     (ardi kulle)