Korban Pembakaran Di Bonsel Nilai, Polisi Abaikan Perilaku Anarkis Pelaku

GOWA – Insiden pembakaran yang dilakukan warga di kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel), kabupaten Gowa – SulSel bulan Maret tahun lalu terhadap sebuah unit usaha di bilangan jalan poros Tala, kelurahan Sombala Bella – Desa Paddinging atau tepatnya di Desa Jipang (Bonsel) hingga sekarang masih belum jelas keseriusan penanganannya. Pasalnya, para pelaku pembakaran masih bebas berkeliaran tanpa adanya sentuhan proses hokum.

Ciutan korban (pemilik café kembar red.) sepertinya tak berpengaruh terhadap proses hokum yang kini dinilainya terabaikan. Namun korban, Dg Lewa tak pernah merasa puas dengan diamnya dan tidak berlanjutnya proses hokum terhadap para pelaku pembakaran.

Bagaimana tidak curhat Dg Lewa di trialief, putranya yang menjadi korban prontal dari seorang yang kini sudah meninggal karena insiden perkelahian di lokasi café merupakan bukti proses hokum yang bertepuk sebelah tangan. Kenapa, karena anaknya ditangkap dan dipenjarakan akibat menghilangkan nyawa dalam sebuah perkelahian, sedang café dibakar rame-rame bersama satu unit mobil hingga sekarang pelakunya dibiarkan melenggang tanpa proses.

Dg Lewa juga menceritakan kerugian material yang dialaminya mencapai angka kurang lebih Rp500 juta, belum termasuk harga diri yang tidak ternilai.

“Saya tetap akan bicara kepada siapapun yang menanyakan perihal insiden pembakaran café kalau kepolisian di Gowa tak serius memproses para pelaku pembakaran. Padahal, sangat jelas pelakunya yang ramai di medsos saat insiden terjadi waktu itu,” pungkas Dg Lewa yang berharap pernyataannya terus di akses agar public tahu kejadian sebenarnya hingga terjadi pembakaran.   ©