Kronologi Asuransi Nelayan di Galut, Aparat Desa Minta Uang

GALESONG – Tragedi atau kecelakaan laut yang dialami warga Desa Aeng Batu Batu, kecamatan Galesong Utara (Galut), Azis Dg Lulung beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bentuk peduli itu terakses lewat Dana Bantuan Asuransi Nelayan yang diterima langsung keluarga korban (istri korban ‘Suriati’).

Diperjalanan pulang kerumahnya, Suriati disuruh tinggal di kantor Desa dan Aparat Desa meminta uang sebanyak Rp20 juta dengan alasan sumbangan Masjid. Sang keluarga korbanpun tanpa basa basi memberikan sejumlah uang yang diminta ke oknum aparat desa, hingga sisa uangnya Rp80 juta dari angka Rp100 juta yang diterimanya.

Usai menyerahkan uang tersebut, istri almarhum melanjutkan perjalanan kerumahnya. Namun tak berselang lama, pihak desa kembali datang meminta tambahan Rp10 juta. Meskipun alasan permintaan uang untuk kedua kalinya tidak jelas peruntukannya, namun istri almarhum tetap memberikannya.

“Total uang yang diambil oknum aparat desa Aeng Batu Batu sejumlah Rp30 juta dari bantuan asuransi yang diperoleh keluarga korban sebesar Rp100 juta. Kasihan, jatuh tertimpa tangga lagi,” ibah sumber di Galut.

Sementara Kepala Desa Aeng Batu Batu, Wahyudin Mapparenta menegaskan kalau semua informasi itu tidak benar alias fitnah.

Kata mantan Ketua Hpermata ini, yang menerima dana adalah pihak keluarga ahli waris dan jumlahnya sebesar Rp160 juta langsung dari Dinas Perikanan waktu itu. “Sebagai Kepala Desa, saya Cuma menandatangani semua berkas kelengkapan administrasinya,” tuulis Kades via message.   (cw)