Kursi Panas Puskesmas Bontomarannu, Ijazah Kapus Bersoal

TAKALAR – Puskesmas Bontomarannu, kecamatan Galesong Selatan (Galsel) sejak tahun 2008 atau masa kepemimpinan H. Syamsul Naro, kantor layanan kesehatan masyarakat ini diprotes warga dengan aksi penanaman pisang. Kondisi tersebut tidak hanya berhenti sampai di situ, tetapi selalu bermasalah di setiap momen pergantian Kapus hingga sekarang.

Kisah singkatnya pasca pergantian Kapus H. Syamsul Naro ke H. Abd. Rahman Nambung, Puskesmas Bontomarannu kembali menuai masalah. Pasalnya, Ijazah S2 (MM) yang dimiliki Abd. Rahman tidak diakui legalitasnya oleh Kopertis Wilayah IX pada waktu itu. Kemudian menyusul Kapus Abd. Hamid yang mengalami kasus yang sama yakni ijazah S2 (M.Kes) tidak diakui juga.

Tahun ini, Kapus Bontomarannu kembali menuai protes dengan penempatan  Nurtina sebagai Kepala Puskesmas. Masalahnya, Nurtina tidak memiliki ijazah S1 sebagai salah satu prasarat menduduki jabatan Kapus.  (R)