Lejab Diduga Sarat Kongkalikong, BKD ‘Of Ponsel’

Pengumuman hasil Lelang Jabatan (Lejab) Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II b) menjadi wahana perbincangan baik di warkop maupun diperkantoran dari berbagai elemen masyarakat karena dinilai tidak prosedural.

TAKALAR – Proses pendaftaran, tes hingga pengumuman hasil lelang jabatan pimpinan tinggi pratama eselon II b telah menyebar meskipun dinilai tidak prosedural. Panitia Seleksi (Pansel) diduga bermain mata (kongkalikong) dengan para peserta lejab dengan hasil verifikasinya yang tidak mengacu pada aturan main dan prasarat lelang.

Salah satu indikator atau persyaratan ikut lejab seperti dua kali menduduki jabatan eselon III ditempat yang berbeda, sementara yang lulus ada beberapa nama yang tidak mengikuti aturan mainnya. Artinya, Pansel diduga main mata dengan para peserta lelang.

Sekertaris Daerah (Sekda) Ir. H. Nirwan Nasrullah, MSi yang dimintai klarifikasinya terkait prosedur dan prasarat peserta lejab melempar ke Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) kabupaten Takalar. Namun Kepala BKDD, Rusdi Sennang yang juga diupayakan dimintai konfirmasinya sampai sekarang tidak berhasil, ponselnyapun di Of-kan.

“Untuk lebih detailnya perihal rekruitmen lelang jabatan, silahkan berhubungan langsung dengan Kepala BKDD karena dia yang tahu persis,” ujar Sekda mengarahkan.  (R)