Malam Istimewa Sergio Ramoss di Markas Napoli

Naples – Di markas Napoli, Sergio Ramos membuat malam istimewa untuknya sendiri. Lewat golnya yang membuat Real Madrid melenggang ke perempatfinal Liga Champions.

Madrid bertandang ke San Paolo, Rabu (8/3/2017) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan bekal yang bisa dikatakan bagus. Los Blancos menang 3-1 di leg pertama dan setidaknya tinggal mengamankan saja keunggulan itu.

Tapi kemudian sebuah gol Dries Mertens di menit ke-24 membuat tekanan untuk Madrid merayap naik. Satu gol lagi cukup untuk membuat skuat besutan Zinedine Zidane tereliminasi, jika skor 3-3 bertahan sampai akhir.

Jalannya laga sepanjang babak pertama pun menunjukkan ada potensi Madrid tersingkir. Mereka tertekan, dengan penguasaan bola 47%, cuma melepaskan lima percobaan dan dua di antaranya tepat target.

Napoli memang terlihat lebih menjanjikan sepanjang paruh pertama. Tuan rumah punya 11 percobaan dengan tiga yang mengarah ke gawang. Situasi yang kemudian berubah di babak kedua.

Di menit ke-51, umpan sepak pojok Toni Kroos disambar Ramos menjadi gol. Enam menit berselang, dari skema yang sama Ramos kembali mengoyak gawang Napoli. Tapi gol itu pada prosesnya dicatat sebagai gol bunuh diri Dries Mertens, usai upayanya menghalau bola gagal dan cuma sedikit membelokkan arah bola ke gawang.

Dua gol itu meredakan tekanan untuk Madrid, yang berangsur-angsur mengontrol permainan dengan nyaman. Satu gol tambahan dari Alvaro Morata di masa injury time cuma menegaskan kemenangan Madrid dengan agregat 6-2.

Bagi Ramos, satu golnya malam itu berarti istimewa. Tak hanya menjadi momentum kebangkitan tim, itu sekaligus menandai laga ke-100-nya bersama Madrid di kompetisi Eropa dengan catatan manis. Madrid juga melanjutkan rekornya, mencetak gol di 47 laga secara beruntun.

Dalam 100 penampilannya di kompetisi antarklub benua biru, bek tengah 30 tahun itu membikin 11 gol, dengan tujuh di antaranya dari sundulan. Ramos pribadi mengakui laganya sulit, tapi lega timnya bisa bangkit bersama-sama.

“Kami menderita, tapi melaluinya bersama-sama. Kalau kami tahu formulanya, maka segala sesuatunya akan sangat mudah,” katanya di situs resmi UEFA.

“Terkadang berbagai hal tidak berjalan seperti yang sudah Anda persiapkan. Ini adalah sebuah laga untuk direnungkan, terutama di babak pertama. Meski demikian, saya senang bisa lolos tapi kami perlu memikirkan kesalahan-kesalahan yang kami buat,” imbuh pemain tim nasional Spanyol ini.
(raw/rin)