Mencari Multivitamin buat Ahok

“Cak Imin khawatir, kalau PKB nanti mendukung Ahok, itu bakal jadi bumerang, karena partai berbasis Islam mendukung Anies.”

Lebih dari satu jam Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 20 Februari 2017, itu sejatinya dirahasiakan.

Namun pertemuan tersebut bocor sehingga sejumlah awak media mendatangi Gedung Hijau, sebutan bagi markas partai berbasis kaum nahdliyin tersebut.

“Pertemuan itu maunya dirahasiakan. Tapi beberapa teman di sini (PKB) ada yang tidak sepakat. Apalagi urusan pilkada DKI sangat sensitif bagi kader dan konstituen PKB,” sebut sumber detikX di kalangan internal partai tersebut.

Sumber yang dekat dengan Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar, itu juga menyebutkan PKB saat ini dalam kondisi dilematis. Setelah gagal mengantarkan jagoannya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, melangkah ke putaran kedua pilkada DKI Jakarta, massa PKB di tingkat bawah condong mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno ketimbang pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Cak Imin khawatir, kalau PKB nanti mendukung Ahok, itu bakal jadi bumerang karena partai berbasis Islam mendukung Anies,” begitu kata politikus PKB tersebut.

Ganjalan lain, Ahok dianggap bersikap kurang sopan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, yang juga Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dalam persidangan kasus penistaan agama yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Januari lalu.

Penolakan terhadap Ahok secara terang-terangan dilontarkan beberapa dewan pimpinan cabang PKB di wilayah Jakarta. “DPC PKB Jakarta Pusat sudah siap dengan keputusan bulat untuk memilih Anies-Sandi. Ini hasil rembuk para ulama dan tokoh warga serta masyarakat,” ujar Ketua DPC PKB Jakarta Pusat Fadli.

Sebelumnya, DPC PKB Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga menyatakan mendukung Anies-Sandi pada putaran kedua pilgub DKI.

Sikap anak buahnya yang kebanyakan menolak Ahok itu membuat Cak Imin gamang. Sebab, di sisi lain, PKB terikat dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo, yang dimotori PDI Perjuangan, yang kini menjadi pendukung utama Ahok-Djarot.

Karena ikatan itu pulalah Hasto berupaya mengingatkan, dan berharap, PKB mau diajak seiring-sejalan pada putaran kedua pilkada DKI dengan mendukung Ahok-Djarot.

Sumber detikX yang ikut dalam pertemuan Hasto dengan Cak Imin tersebut mengatakan Hasto berharap PKB mau mengalihkan dukungan ke Ahok.

“Hasto bilang, ‘Kita butuh PKB untuk gabung dukung Ahok. PKB ini seperti multivitamin. Saya yakin, kalau PKB tidak dukung, Ahok pasti kalah,’” begitu kata sumber itu menirukan ucapan Hasto.

Namun saat itu Cak Imin belum menjawab ajakan Hasto tersebut. Alasannya, PKB berada dalam posisi dilematis dan akan meminta masukan lebih dulu kepada para ulama.  (*)