Menyoal Surat Calon Pj Bupati “Antara Cinta dan Ambisi”
Tiga Pimpinan DPRD yang ditengarai berkolaborasi melayangkan surat usulan calon Pj Bupati dinilai mengabaikan hak 27 anggota dewan lainnya, dan diasumsikan antara “Cinta dan Ambisi”
TAKALAR – Munculnya kepermukaan surat usulan calon Pj Bupati DPRD Takalar yang tidak melewati mekanisme ditujukan ke Mendagri melahirkan beragam asumsi. Selain legitimasi dinilai tidak sah karena Ketua DPRD sudah tak diakui Badan Kehormatan (BK), juga mengemuka dua kata yang cukup menarik dalam perbincangan di Gedung DPRD, Senin (19/9).
Terlalu cinta atau mungkin karena ambisi hingga hal yang hari ini menjadi perbincangan public bergulir dan mantul kemana-mana dengan asumsi topic yang berlainan.
Satu sisi mengutarakan, dibuatnya surat usulan yang disepakati tiga Pimpinan DPRD mungkin karena rasa cinta yang berlebihan, atau memungkinkan juga karena orang yang diusulkan dipenuhi ambisi untuk menduduki jabatan Pj Bupati 2023 mendatang.
“Asumsi cinta dan ambisi ini bisa iya juga bisa tidak,” ujar anggota dewan di salah satu ruang Komisi siang tadi.
Diutarakan juga, soal surat ini akan ditindaklanjuti sebagai upaya penjernihan yang Insya Allah akan dilaksanakan besok dalam sebuah rapat.
“Insya Allah, Selasa besok akan digelar rapat pimpinan diperluas untuk membicarakan hal yang saat ini (surat usulan pj Bupati ke Mendagri red.) sedang jadi perbincangan public,” ungkapnya. Sementara Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Hasbi yang berusaha dihubungi tidak berhasil. Begitu juga ketiga unsure pimpinan DPRD belum ada yang berhasil dimintai konfirmasinya terkait pembuatan dan legalitas surat usulan Pj Bupati yang dilayangkan ke Mendagri. (cw)
