Nikmati Hasil, Istri dan Anak Bupati Takalar Memungkinkan Jadi Tersangka

Jika alat bukti dan fakta hokum memenuh unsure, tidak menutup kemungkinan istri dan anak Bupati Takalar juga ditetapkan sebagai tersangka.

TAKALAR – Kasus jual lahan pencadangan transmigrasi di desa Laikang, kecamatan Mangarabombang yang menyeret Bupati H. Burhanuddin Baharuddin terus jadi wahana perbincangan dan trending topik di medsos. Bagaimana tidak, pasangan Wabup HN pada Pilkada Pebruari lalu ini sangat dikenal dengan tageline ‘NACINIKI MATA TAWWA’ yang kini dibuktikannya dengan status tersangka yang disandangnya sekarang.

Bahkan dipersoalan jual beli lahan bukan miliknya ini, memungkinkan istri dan anaknya terseret arus hukum. Merekapun sudah diperiksa oleh penyidik di Kejati sebagai saksi. Kebetulan keluarga bupati ikut menikmati hasil penjualan lahan negara, termasuk ayahnya Burhanuddin,”  kata Salahuddin.

“Soal apakah ketiganya juga bakal menyusul jadi tersangka, semuanya diserahkan ke penyidik. Hanya saja jika selama alat bukti dan fakta hukum memenuhi, memungkinkan ketiganya juga ditetapkan sebagai tersangka, ” katanya.

Hingga kini jumlah tersangka kasus penjualan lahan negara ke PT Karya Insani Cirebon ini sudah empat orang. Tiga sebelumnya adalah Sila Laida selaku kepala Desa Laikang, Risno Siswanto selaku sekretaris Desa Laikang dan Muhammad Noor Uthary selaku Camat Mangarabombang. Ketiganya kini sudah ditahan dan tengah menjalani proses sidang.

Tersangka Sila Laida sempat mengembalikan uang negara ke penyidik sebanyak Rp 200 juta lebih, hasil pemberian dari salah satu tersangka lainnya di perkara yang sama.   (tam)